Saka Bahasa merupakan jurnal kajian dan penelitian yang berfokus pada pendidikan, bahasa, sastra, dan budaya. Setiap artikel di Saka Bahasa telah melewati proses telaah pustaka dan penyuntingan sehingga memenuhi standar publikasi ilmiah. Saka Bahasa terbit pada bulan Juli dan Desember setiap tahunnya. E-ISSN: 3110-5920
Current Issue
Published
2026-02-11
A student with intellectual disabilities who has not been able to read nouns that are often encountered around students with a KV-KV pattern. This study aims to analyze the effectiveness of RUMBI media to improve word reading skills in students with intellectual disabilities. This study uses a quantitative approach with the methods used during the study, namely A-B-A and Single Subject Research (SSR). Data analysis used is visual graphic analysis. Three repetitions of stage A1 were completed, producing results of 20%, 20%, and 20%. Seven times the intervention stage (B) was carried out with the following results: 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90% and 100%. Baseline (A2) is the final stage which was carried out three times with scores of 80%, 80% and 80%. Children's motivation and interest in learning can also be increased by providing intervention through RUMBI media. This leads to the conclusion that the use of RUMBI media is effective in improving the ability to read nouns with a KV-KV pattern for children with mild intellectual disabilities in grade V at SLB Negeri 1 Solok.
Seorang siswa disabilitas intelektual yang belum mampu membaca kata benda yang sering di jumpai disekitar siswa dengan pola KV-KV. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media RUMBI untuk meningkatkan kemampuan membaca kata pada siswa disabilitas intelektual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode yang digunakan pada saat penelitian yaitu A-B-A dan Single Subject Research (SSR). Analisis data yang digunakan yaitu analisis visual grafik. Tiga pengulangan tahap A1 diselesaikan, menghasilkan hasil 20%, 20%, dan 20%. Tujuh kali tahap intervensi (B) dilakukan dengan hasil sebagai berikut: 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90% dan 100%. Baseline (A2) merupakan tahap akhir yang dilakukan sebanyak tiga kali dengan skor 80%, 80% dan 80%. Motivasi dan minat belajar anak juga dapat ditingkatkan dengan memberikan intervensi melalui media RUMBI. Hal ini mengarah pada kesimpulan bahwa penggunaan media RUMBI efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca kata benda dengan pola KV-KV bagi anak disabilitas intelektual ringan kelas V di SLB Negeri 1 Solok.
Early reading skills are an important basic skill for students, including those with mild intellectual disabilities. However, students with this condition often have difficulty combining letters into the correct sounds, especially in words containing the diagraph "ny". This study aims to determine the effectiveness of using spinning wheel media in improving reading skills of syllables containing the diagraph "ny". This study used a quantitative method with a Single Subject Research (SSR) design with an A-B-A pattern consisting of a baseline phase (A1), intervention (B), and baseline (A2). The subject of the study was one student with mild intellectual disabilities in grade III phase B SDLB. Data were collected through observation using a checklist and analyzed using visual graphic analysis. The results showed that in the initial baseline phase (A1), students' reading ability was stable at 20%. After being given intervention using spinning wheel media in phase B for seven sessions, reading ability increased to 100%. In the second baseline phase (A2), students' reading ability remained stable at 100%. These results indicate that the use of spinning wheel media is effective in improving reading skills of syllables containing the diagraph "ny" in students with mild intellectual disabilities.
Keterampilan membaca permulaan merupakan kemampuan dasar yang penting bagi peserta didik, termasuk bagi siswa disabilitas intelektual ringan. Namun, siswa dengan kondisi tersebut sering mengalami kesulitan dalam menggabungkan huruf menjadi bunyi yang tepat, khususnya pada kata yang mengandung diagraf ny. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media spinning wheel dalam meningkatkan keterampilan membaca suku kata yang mengandung diagraf “ny”. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Single Subject Research (SSR) pola A-B-A yang terdiri dari fase baseline (A1), intervensi (B), dan baseline (A2). Subjek penelitian adalah satu siswa disabilitas intelektual ringan kelas III fase B SDLB. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan lembar checklist dan dianalisis menggunakan analisis visual grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada fase baseline awal (A1) kemampuan membaca siswa stabil pada persentase 20%. Setelah diberikan intervensi menggunakan media spinning wheel pada fase B selama tujuh sesi, kemampuan membaca meningkat hingga mencapai 100%. Pada fase baseline kedua (A2), kemampuan membaca siswa tetap stabil pada persentase 100%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penggunaan media spinning wheel efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca suku kata diagraf “ny” pada siswa disabilitas intelektual ringan.
The ability to recognize letters is an important foundation in early reading skills. Children with mild intellectual disabilities often experience difficulties in recognizing letters, both in terms of shape and sound. This study aims to determine the use of Smart Book media in improving the ability to recognize letters in grade IV children with mild intellectual disabilities at SLB Negeri 1 Solok. This study used an experimental method with a Single Subject Research (SSR) approach with an A-B-A (Baseline-Intervention-Baseline) design implemented in 13 meeting sessions, consisting of phase A1 with 3 sessions, phase B with 7 sessions, and phase A2 with 3 sessions. The data collection technique was carried out through observation and tests using a checklist sheet while the data analysis technique in this study used visual graphic data analysis, by entering data into graphical form, then analyzed based on phases (A1, B, A2). The results showed that in the initial baseline phase (A1) the child's ability was at a stable level of 28%. After being given intervention using Smart Book media in phase (B), the child's ability increased gradually until it reached 100%. In the final baseline phase (A2), the ability remained stable at 100%. These results show that Smart Book media can improve the ability to recognize letters and increase children's interest and focus in learning.
Kemampuan mengenal huruf merupakan dasar penting dalam keterampilan membaca permulaan. Anak dengan disabilitas intelektual ringan sering mengalami hambatan dalam mengenali huruf, baik dari segi bentuk maupun bunyinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan media Smart Book dalam meningkatkan kemampuan mengenal huruf pada anak disabilitas intelektual ringan kelas IV di SLB Negeri 1 Solok. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan Single Subject Research (SSR) dengan desain A-B-A (Baseline–Intervensi–Baseline) yang dilaksanakan dalam 13 sesi pertemuan, terdiri dari fase A1 sebanyak 3 sesi, fase B sebanyak 7 sesi, dan fase A2 sebanyak 3 sesi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes menggunakan lembar checklist sedangkan teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis data visual grafik, dengan cara memasukkan data ke dalam bentuk grafik, kemudian dianalisis berdasarkan fase (A1, B, A2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada fase baseline awal (A1) kemampuan anak berada pada angka stabil 28%. Setelah diberikan intervensi menggunakan media Smart Book pada fase (B), kemampuan anak meningkat secara bertahap hingga mencapai 100%. Pada fase baseline akhir (A2), kemampuan tersebut tetap stabil di angka 100%. Hasil ini menunjukkan bahwa media Smart Book dapat meningkatkan kemampuan mengenal huruf serta meningkatkan minat dan fokus belajar anak.
This research is motivated by the large number of connotative nouns used in song lyrics. This research aims to describe the form of positive connotation, the form of negative connotation, and the comparative frequency of the use of noun connotation in the lyrics of the album Figura Renata (Self Titled) and the album Hara by the band Figura Renata. This type of research is qualitative research with descriptive methods. The research data are in the form of connotative nouns in the song lyrics obtained through techniques and words. The data sources of this research are two albums Figura Renata (self title) and the album Hara by the band Figura Renata. This research data is explained based on semantic theory, especially the theory of connotative meaning. The results of the study found 122 connotative noun data consisting of 85 positive connotation data (69.67%) and 37 negative connotation data (30.33%). In positive connotation, the use of visual imagery is the most dominant, namely 70 data (82.35%), while in negative connotation the sense of sight is also dominant as much as 23 data (62.16%). The form or form of positive connotation was found as many as 41 data while the form or form of negative connotation was as many as 27 data. The results of the study show that the use of positive connotation is more dominant than negative connotation, and the lyrics of the song Figura Renata tend to build meaning through visual imagery and positive feeling values. This finding shows that the use of connotative nouns in the lyrics of the song Figura Renata not only functions as an aesthetic element, but also builds depth of meaning and reflective messages.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya penggunaan nomina berkonotasi dalam lirik lagu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud konotasi positif, wujud konotasi negatif, dan frekuensi perbandingan penggunaan konotasi nomina dalam lirik lagu album Figura Renata (Self Titled) dan album Hara karya grup band Figura Renata. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa kata-kata nomina berkonotasi dalam lirik lagu yang diperoleh melalui teknik simak dan catat. Sumber data penelitian ini adalah dua album Figura Renata (self titled) dan album Hara karya grup band Figura Renata. Data penelitian ini dianalisis berdasarkan teori semantik khususnya teori makna konotatif. Hasil penelitian ditemukan 122 data nomina berkonotasi yang terdiri atas 85 data konotasi positif (69,67%) dan 37 data konotasi negatif (30,33%). Pada konotasi positif, penggunaan citraan indra penglihatan paling dominan, yaitu 70 data (82,35%), sedangkan pada konotasi negatif indra penglihatan juga dominan sebanyak 23 data (62,16%). Bentuk atau wujud konotasi positif ditemukan sebanyak 41 data sedangkan bentuk atau wujud konotasi negatifnya sebanyak 27 data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan konotasi positif lebih dominan dibandingkan konotasi negatif, serta lirik lagu Figura Renata cenderung membangun makna melalui citraan visual dan nilai rasa positif. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan nomina berkonotasi dalam lirik lagu Figura Renata tidak hanya berfungsi sebagai unsur estetis, tetapi juga membangun kedalaman makna dan pesan reflektif.
This study aims to develop interactive media, Ruang Urut Seri (RURI), and to examine its feasibility and practicality as a learning medium for ordering numbers 1 to 10 for students with intellectual disabilities. The gap between the Phase C National Curriculum target requiring students to order numbers up to 100, and the actual condition of students who could only order two numbers within the range 1–10, motivated this study. Numbers 1–10 were chosen because mastery of this range is a prerequisite before students can progress to wider number ranges. RURI was developed using Articulate Storyline 3 through the Research and Development (R&D) method applying Borg and Gall’s model modified into seven stages. The media was validated by a media expert and an intellectual disabilities expert, then trialed with one teacher and two students with mild intellectual disabilities at SLB Peduli Anak Bangsa. Validation results yielded an average of 89.55% (Very Valid), comprising media validation 87.5% and content validation 91.6%. The practicality trial achieved an average of 90.93% (Very Practical). RURI is considered feasible and practical for supporting number ordering learning 1–10 among students with intellectual disabilities, though its effectiveness in improving learning outcomes has yet to be examined.
Penelitian ini bertujuan mengembangkan media interaktif Ruang Urut Seri (RURI) dan menguji kelayakan serta kepraktisannya sebagai media pembelajaran mengurutkan bilangan 1 sampai dengan 10 bagi peserta didik disabilitas intelektual. Kesenjangan antara capaian pembelajaran Fase C yang menargetkan kemampuan mengurutkan bilangan 1–100 dengan kondisi nyata peserta didik yang baru mampu mengurutkan dua bilangan dalam rentang 1–10 melatarbelakangi penelitian ini. Bilangan 1–10 dipilih karena merupakan kemampuan prasyarat sebelum peserta didik dapat beralih ke rentang bilangan yang lebih luas. RURI dikembangkan menggunakan software Articulate Storyline 3 melalui metode Research and Development (R&D) model Borg and Gall yang dimodifikasi menjadi tujuh tahap. Media divalidasi oleh ahli media dan ahli bidang disabilitas intelektual, serta diujicobakan kepada satu guru dan dua peserta didik disabilitas intelektual ringan di SLB Peduli Anak Bangsa. Hasil validasi mencapai rata-rata 89,55% (Sangat Valid), terdiri dari validasi media 87,5% dan validasi materi 91,6%. Hasil uji coba kepraktisan mencapai rata-rata 90,93% (Sangat Praktis). Media RURI dinilai layak dan praktis digunakan untuk mendukung pembelajaran mengurutkan bilangan 1–10 bagi peserta didik disabilitas intelektual, namun belum menguji efektivitasnya terhadap peningkatan hasil belajar.
Early reading is an important basic skill for students, including for students with mild intellectual disabilities. Students with mild intellectual disabilities often experience difficulties in combining syllables into whole words. This study aims to determine the effectiveness of using the Secil application media in improving early reading skills, especially reading simple two-syllable words with a CV-CVC pattern. This study uses a quantitative method with an experimental approach in the form of Single Subject Research (SSR) with an A-B-A design, which consists of an initial baseline condition (A1), an intervention condition (B), and a final baseline condition (A2). Data analysis used is visual graphic analysis. The subjects of the study were fifth-grade students with mild intellectual disabilities at SLB Peduli Anak Bangsa Payakumbuh. The results showed that the observation of the initial baseline condition (A1) was carried out for three meetings with a percentage of 30%, 30%, 30%. The observation of the intervention condition (B) was carried out for seven meetings with a percentage of 70%, 80%, 90%, 90%, 90%, 90%. The final observation was based on baseline conditions (A2) with percentages of 100%, 100%, and 100%. It can be concluded that the use of the Secil application media can improve early reading skills, especially reading simple two-syllable words with a CV-VC pattern in students with mild intellectual disabilities.
Membaca permulaan merupakan kemampuan dasar yang penting bagi siswa, termasuk bagi siswa disabilitas intelektual ringan. Siswa disabilitas intelektual ringan sering mengalami hambatan dalam menggabungkan suku kata menjadi kata utuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media aplikasi Secil dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan khususnya membaca kata sederhana dua suku kata berpola KV-KV. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimen berbentuk Single Subjcet Research (SSR) dengan desain A-B-A, yang terdiri dari kondisi baseline awal (A1), kondisi intervensi (B), dan kondisi baseline akhir (A2). Analisis data yang digunakan yaitu analisis visual grafis. Subjek penelitian adalah siswa disabilitas intelektual ringan kelas V di SLB peduli Anak Bangsa Payakumbuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pengamatan kondisi baseline awal (A1) yang dilakukan selama tiga kali pertemuan dengan persentase yaitu 30%, 30%, 30%. Pada pengamatan kondisi intervensi (B) dilakukan selama tujuh kali pertemuan dengan persentase 70%, 80%, 90%, 90%, 90%, 90%, 90%. Terakhir pengamatan pada kondisi baseline (A2) dengan persentase 100%, 100%, 100%. Maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan media aplikasi Secil dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan khususnya membaca kata sederhana dua suku kata berpola KV-KV pada siswa disabilitas intelektual ringan.
Recognizing vowels is something that is very important for all students to master, including students with hearing disabilities. This research is motivated by the presence of a student with hearing impairment and is in grade III of SLB Negeri 1 Payakumbuh who has not been able to recognize vowels well. This study aims to see whether the Marbel Reading Application is able to help the student to improve his ability to recognize vowels. This study uses an experimental approach in the form of Single Subject Research (SSR) with an A B A design, which is divided into three phases: initial observation (A1) for 3 sessions, treatment (B) for 7 sessions, and final observation (A2) for 3 sessions. Data collection was carried out through a vowel recognition test consisting of 20 questions, then analyzed visually through graphs. The research findings show that in phase (A1) the student's ability was at 35%, then increased to 90% in the intervention phase, and remained high at 85% in phase A2. This proves that the Marbel Reading Application is proven to be effective in helping students with hearing disabilities to recognize vowels.
Mengenali huruf vokal merupakan hal yang sangat perlu dikuasai oleh semua siswa, termasuk bagi siswa disabilitas rungu. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya seorang siswa yang mengalami gangguan pendengaran dan duduk di kelas III SLB Negeri 1 Payakumbuh yang belum mampu mengenali huruf vokal dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah Aplikasi Marbel Membaca mampu membantu siswa tersebut untuk meningkatkan kemampuannya dalam mengenali huruf vokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen berbentuk Single Subject Research (SSR) dengan desain A B A, yang dibagi ke dalam tiga fase yaitu pengamatan awal (A1) selama 3 sesi, pemberian perlakuan (B) selama 7 sesi, dan pengamatan akhir (A2) selama 3 sesi. Pengumpulan data dilakukan melalui tes mengenal huruf vokal yang terdiri dari 20 butir soal, lalu dianalisis secara visual melalui grafik. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa fase (A1) kemampuan siswa berada di angka 35%, kemudian meningkat menjadi 90% pada fase intervensi, dan tetap tinggi di 85% pada fase A2. Hal ini membuktikan bahwa Aplikasi Marbel Membaca terbukti efektif dalam membantu siswa disabilitas rungu untuk mnegenali huruf vokal.
Google Scholar
Garuda
Sinta








